Belajar Agama dari Rekaman dan Internet
Oleh Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq Al Badr
Permasalahan ini berbeda-beda jawabannya tergantung keadaan penanya. Namun yang pertama, pada dasarnya menuntut ilmu itu adalah belajar dengan guru secara langsung dengan terus menghadiri pelajarannya, duduk, dan mendengar petuahnya.
Namun, bisa jadi hal itu tidak memungkinkan untuk setiap orang atau tidak memungkinkan setiap waktu. Pada sebagian waktu memungkinkan dan sebagian lainnya tidak memungkinkan, sehingga hendaknya setiap orang bertaqwa kepada Allah semaksimal kemampuannya dan hendaknya ia berusaha untuk mendapatkan porsi belajar langsung kepada para ulama, dekat dengan mereka, mengambil ilmu dari mereka, dan beradab dengan adab mereka. Apabila tidak bisa seperti itu, maka ambillah ilmu mereka dari sarana-sarana modern dan sarana modern yang ada telah mampu menjaga banyak ilmu.
Jika orang zaman dahulu berkata : "Ketika ulama mati, tinggallah kitab-kitab mereka."
Namun pada zaman ini, kita bisa mengatakan : "Ketika ulama mati, masih tersisa suara-suara mereka." Banyak sekali ulama yang telah mati, namun suara mereka yang membawa ilmu masih ada.
Sekarang Anda bisa mendengarkan rekaman kajian ilmiyah Syaikh Bin Baz - rahmatullah 'alaihi, begitu juga ulama lainnya. Anda bisa mendengarkan kajian yang pernah mereka ajarkan. Syarah-syarah (penjelasan) yang pernah mereka jelaskan, bisa Anda dengarkan suaranya. Dan tidak ada keraguan bagi orang yang mendengar kajian, mereka akan mendapatkan syubhat atau yang semisalnya, sebagaimana disebutkan oleh penanya karena ilmu mereka adalah ilmu yang benar lagi dalam dan ucapan mereka adalah ucapan setelah penelitian masalah. Dan manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka mengambil ilmu dari ulama-ulama besar.
Jika penanya dimudahkan Allah untuk terus mendengar kajian ulama-ulama besar, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat, mengambil pelajaran dari ilmu mereka, maka ia telah mendapatkan keutamaan terbesar dari Allah tabaaraka wata'aala.
Akan tetapi, jangan mencukupkan dengan cara seperti itu saja, bahkan bersemangatlah untuk bisa bermulazamah (menimba ilmu langsung) kepada para ulama dengan cara duduk di depan mereka, mendengar ceramah mereka secara langsung, dan berusaha dekat dengan mereka. Begitu juga, bersemangatlah untuk mengambil pelajaran akhlak dan adab, serta muamalah mereka. Dan berusahalah dalam hal tersebut secara maksimal. Dan taufiq hanya milikAllah.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=6hHF32cR7V0&list=PL6HOmh2sr_o7SJM0GZgxEIrg8pMxk9QLC
Komentar
Posting Komentar